Walaupun bencana Gempa Bumi yang terjadi di Pulau Lombok Nusa Tenggara
Barat sudah lewat hampir dua bulan, namun proses pemulihan masih terus
berlanjut. Ada 3 fokus utama proses pemulihan yang terdiri atas, Pemulihan
Mental, Pemulihan Infrastruktur dan Pemukiman dan ketiga adalah Pemulihan
Aktvitas Ekonomi.
![]() |
| Ibu Putri Koster (tengah) bersama Ketua Dewan Adat Nusa Tenggara Barat, I Made Abdi Negara, Budi Gautama, Agung Agra, Komandan Kodim Gianyar dan I Nengah Natya (Founder Coco Group) |
Hal ini terungkap dalam kegiatan Charity For Recovery Lombok “Pemulihan
Mental Melalui Media Seni & Budaya” yang dihadiri oleh Ketua Dewan Adat
Nusa Tenggara Barat, Lalu Satria Wangsa dan Ibu Putri Koster pada Minggu
(14/10) bertempat di Helipad Openstage Keramas Aero Park.
Kegiatan yang diinisasi oleh komunitas Peritel Bali dan Pesemetonan UNMAR
tersebut, adalah kegiatan awal untuk mendeklarasikan sekaligus mengingatkan
bahwa Lombok masih memerlukan uluran tangan dan sumbangsih kita di balik
bencana di Palu dan Donggala yang cukup menyita perhatian beberapa waktu lalu.
![]() |
| Sesaat sebelum di mulai acara di Inflight Restaurant Keramas Aero Park |
Menurut I Made Abdi Negara, mewakili penggagas acara, kegiatan ini merupakan kegiatan awal untuk mewujudkan
kepedulian dan terus mengingatkan bahwa
pemulihan Lombok memiliki peran besar untuk percepatan pemulihan ekonomi Bali
secara umum. “Ketika terjadi bencana Gempa di Pulau Lombok, Bali sangat
terdampak, wisatawan asing banyak membatalkan kunjungan dan masyarakat Bali
merasakan dampak yang sangat signifikan”jelasnya. Hal senada juga disampaikan
oleh Agung Agra yang memberikan sambutan mewakili komunitas peritel Bali.
Lalu Satria Wangsa, selaku Ketua Dewan Adat menyatakan ungkapan terima
kasih kepada panita atas gagasan yang di sampaikan dan sekaligus mengucapkan
terima kasih atas perhatian Ibu Putri Koster atas kondisi pasca bencana Gempa
di Lombok. “Benar sekali, kondisi kami saat ini masih mengalami trauma
mendalam, terlebih dalam proses perbaikan pemukiman dan pemulihan ekonomi masih
ada kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan karena berkaitan
dengan administrasi pemerintah”jelasnya.
Ibu Putri Koster sendiri selain menyampaikan dukungan atas acara yang
digagas karena belum ada gagasan serupa yang menitikberatkan pada Pemulihan
Mental, melalui media seni dan budaya yang digagas sebelumnya. “Terkadang kita
hanya berpikir untuk menyumbang makanan atau uang, padahal Pemulihan Efek
Trauma sangat lah penting dan media seni budaya sangat tepat karena bisa
langsung menyentuh ke semua level masyarakat”jelasnya sembari menuturkan
bagaimana saat gempa Seririt pernah juga mengalami trauma serupa.
Selain pemutaran video, penandatanganan MoU dan acara lain, kegiatan ini
juga menampilkan penyanyi Pop Bali, Jun Bintang dan Dewa Sugama serta dihibur
oleh Adi Siput MKP. Ibu Putri Koster sendiri membawakan puisi yang berjudul “Kumbakarna”
diiringi dengan tarian kontemporer oleh Adi Siput MKP.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar