Selasa, 16 Oktober 2018

IBU PUTRI KOSTER SAMPAIKAN PESAN KEPEDULIAN TERHADAP RECOVERY LOMBOK LEWAT SENI




Walaupun bencana Gempa Bumi yang terjadi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat sudah lewat hampir dua bulan, namun proses pemulihan masih terus berlanjut. Ada 3 fokus utama proses pemulihan yang terdiri atas, Pemulihan Mental, Pemulihan Infrastruktur dan Pemukiman dan ketiga adalah Pemulihan Aktvitas Ekonomi. 
Ibu Putri Koster (tengah) bersama Ketua Dewan Adat Nusa Tenggara Barat,  I Made Abdi Negara, Budi Gautama, Agung Agra, Komandan Kodim Gianyar dan I Nengah Natya (Founder Coco Group)


Hal ini terungkap dalam kegiatan Charity For Recovery Lombok “Pemulihan Mental Melalui Media Seni & Budaya” yang dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Nusa Tenggara Barat, Lalu Satria Wangsa dan Ibu Putri Koster pada Minggu (14/10) bertempat di Helipad Openstage Keramas Aero Park.

Kegiatan yang diinisasi oleh komunitas Peritel Bali dan Pesemetonan UNMAR tersebut, adalah kegiatan awal untuk mendeklarasikan sekaligus mengingatkan bahwa Lombok masih memerlukan uluran tangan dan sumbangsih kita di balik bencana di Palu dan Donggala yang cukup menyita perhatian beberapa waktu lalu.
Sesaat sebelum di mulai acara di Inflight Restaurant Keramas Aero Park 


Menurut I Made Abdi Negara, mewakili penggagas acara, kegiatan ini  merupakan kegiatan awal untuk mewujudkan kepedulian dan  terus mengingatkan bahwa pemulihan Lombok memiliki peran besar untuk percepatan pemulihan ekonomi Bali secara umum. “Ketika terjadi bencana Gempa di Pulau Lombok, Bali sangat terdampak, wisatawan asing banyak membatalkan kunjungan dan masyarakat Bali merasakan dampak yang sangat signifikan”jelasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Agung Agra yang memberikan sambutan mewakili komunitas peritel Bali.

Lalu Satria Wangsa, selaku Ketua Dewan Adat menyatakan ungkapan terima kasih kepada panita atas gagasan yang di sampaikan dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas perhatian Ibu Putri Koster atas kondisi pasca bencana Gempa di Lombok. “Benar sekali, kondisi kami saat ini masih mengalami trauma mendalam, terlebih dalam proses perbaikan pemukiman dan pemulihan ekonomi masih ada kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan karena berkaitan dengan administrasi pemerintah”jelasnya.

Ibu Putri Koster sendiri selain menyampaikan dukungan atas acara yang digagas karena belum ada gagasan serupa yang menitikberatkan pada Pemulihan Mental, melalui media seni dan budaya yang digagas sebelumnya. “Terkadang kita hanya berpikir untuk menyumbang makanan atau uang, padahal Pemulihan Efek Trauma sangat lah penting dan media seni budaya sangat tepat karena bisa langsung menyentuh ke semua level masyarakat”jelasnya sembari menuturkan bagaimana saat gempa Seririt pernah juga mengalami trauma serupa.

Selain pemutaran video, penandatanganan MoU dan acara lain, kegiatan ini juga menampilkan penyanyi Pop Bali, Jun Bintang dan Dewa Sugama serta dihibur oleh Adi Siput MKP. Ibu Putri Koster sendiri membawakan puisi yang berjudul “Kumbakarna” diiringi dengan tarian kontemporer oleh Adi Siput MKP.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar