Selasa, 22 Agustus 2017

WOW Bhakti Business Assistance Gelar Workshop Ritel

Christian F. Guswai (tengah) bersama Abdi negara (Baju putih) dan peserta Workshop

“Beri Kesempatan 2 Peserta dari UKM Mengikuti Secara Gratis”

Dalam situasi ekonomi yang masih belum menentu secara global dan anomali yang dirasakan dunia usaha nasional, seluruh lini usaha dituntut untuk terus bergerak maju,  hal ini disampaikan oleh Fasilitator Bhakti Business Assistance, I Made Abdi Negara di sela persiapan Workshop Ritel How To Operate Your Retail Business Effectively Yet Efficiently  yang akan di gelar pada 4 – 5 September 2017 bertempat di Inflight Function Cabin, Keramas Aero Park (Inflight Restaurant & Bar) kemarin.

Menurut Abdi, anomali di dunia ekonomi dan bisnis yang terjadi tidak hanya membuat pemain-pemain besar bisnis nasional terjungkal, tetapi pemain kecil yang terdiri atas usaha mikro dan menengah juga harus berhati – hati dalam mengelola usahanya. “butuh ekstra focus dan penggunaan source secara efektif dan efisien untuk bisa bertahan dan berkembangdalam situasi seperti sekarang ini”ungkapnya.

Pengusaha 30 tahun yang juga Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali ini menolak keras anggapan bahwa menghadapi situasi seperti sekarang, pengusaha harus wait & see. “Ini adalah pernyataan keliru, kita harus terus bergerak untuk bisa survive, bergerak bukan berarti harus menambah usaha, pergerakan bisa dilakukan di internal dengan perbaikan manajemen dan fokus pada pengelolaan usaha yang berorientasi pada manajemen yang efektif dan efisien”imbuhnya.

Untuk mendorong gairah untuk bergerak tersebut, Abdi menyatakan Workshop yang diselenggarakan Bhakti Business Assistance memberikan kesempatan pada 2 UKM setiap bulan untuk mengikuti workshop tersebut secara gratis. “Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh pelaku usaha mikro. Silahkan bagi UKM yang berminat untuk mendaftarkan diri via WhatsApp di nomor 08563757178”jelasnya. Bagi yang mendaftar, Tim Bhakti akan menghubungi dan mengarahkan tata cara serta kriteria untuk bisa mengikuti secara gratis.

Workshop kali ini mengundang Bapak Christian F. Guswai, Trainer, Praktisi dan Penulis 8 Buku Retail Excellence Series yang telah menangani banyak perusahaan ritel lokal, nasional dan multinasional. Selain bagaimana mengelola usaha ritel secara efektif dan efisien, Workshop selanjutnya juga akan membahas tentang bagaimana strategi untuk mengendalikan kehilangan barang dagangan dalam bisnis ritel melalui Mini Workshop “8 Kupas Rahasia Mengendalikan Kehilangan/Shrinkage Dalam Bisnis Ritel” yang akan diselenggarakan pada 20 September 2017 serta 2 Days Workshop : How To Become An Effective yet Efficient Merchandiser “ pada 21 – 22 September 2017.

Sebelumnya, Mini Workshop yang berjudul : “10 Formula Anti Gagal Berbisnis Ritel”, sukses di gelar di Inflight Function Cabin Keramas Aero Park pada tanggal 12 Agustus 2017, dari target 40 peserta, diikuti hinggal 46 peserta sehingga harus disediakan ekstra seat untuk peserta yang datang. “Kami optimistis bahwa jika kita mau bergerak dan menggunakan waktu yang ada untuk mendalami usaha yang dilakoni serta siap membangun jaringan, maka niscaya akan selalu ada jalan”pungkasnya.

Minggu, 13 Agustus 2017

BHAKTI ACADEMY SELENGGARAKAN MINI WORKSHOP RITEL


Christian F. Guswai sedang memaparkan materi dalam Inflight Mini Workshop Sabtu (12/8)

Keramas Aero Park Selenggarakan Mini Workshop Bisnis
"10 FORMULA ANTI GAGAL BERBISNIS RITEL"

Kondisi lesunya perekonomian dan bisnis dewasa ini menuntut pelaku usaha lebih kreatif sehingga bisa terus bergerak di tengah berbagai persoalan yang dihadapi

Formula jitu untuk memastikan keberlanjutan usaha ritel dirangkum dalam Mini Workshop Bisnis "10 Formula Anti Gagal Berbisnis Ritel" yang diselenggarakan oleh Bhakti Academy dengan menghadirkan Trainer dan Consultant yang telah 29 tahun menjadi praktisi ritel dan penulis 8 judul buku Retail Excellences
Series, Christian F. Guswai.

Menurut Agung Agra, Pemilik Ayunadi Supermarket yang ikut serta dalam Mini Workshop tersebut, belajar atas ilmu yang selalu berkembang adalah bagian penting agar pengusaha bisa memiliki kemampuan adaptif dalam berbagai situasi ekonomi dan bisnis. "Kami sangat merasakan manfaat dari Mini Workshop ini, sekaligus kami memastikan ikut serta dalam Workshops How To Operate Your Retail Business Effectively yet Efficiently yang akan diadakan pada tanggal 4-5 September 2017"ujarnya didampingi istri.

Christian F. Guswai dalam pemaparan menyampaikan sedikitnya 10 strategi untuk memastikan keberlangsungan bisnis ritel. "Ini adalah strategi yang tidak dipelajari di bangku kuliah, namun menjadi inti dari bisnis ritel baik pemula maupun pengusaha yang ingin usahanya berkembang"paparnya.

Selanjutnya Bhakti Academy juga akan menyelenggarakan 2 Days Workshop " How To Operate Your Retail Business Effectively Yet Efficiently" pada tanggal 4 dan 5 September 2017 bertempat di Inflight Restaurant Keramas Aero Park, Jalan By Pass Ida Bagus Mantra KM 28, Keramas Gianyar, Bali.

Mini Workshop Edisi September yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2017 adalah Kupas Rahasia Mengendalikan Shrinkage/Kehilangan : Mesin Pembunuh Usaha Ritel untuk usaha ritel skala kecil, mini market, supermarket dan grosir.

Dilanjutkan 2 Day Workshop pada tanggal 22 dan 23 September 2017 berjudul How To Becoming an Effective Yet an Efficient Merchandiser. Workshop ini mengupas tuntas strategi merchandising dan pengadaan barang yang sering menjadi masalah besar dalam pengelolaan bisnis ritel.

Untuk informasi lengkap silahkan menghubungi WA : 08563757178 


Founder Bhakti Academy (Penyelenggara) I Made Abdi Negara bersama Christian F. Guswai di sela Workshop





Kamis, 06 Juli 2017

SUMMA EDUCATION : KONSEP PENDIDIKAN IDEAL MEMBANGUN MASA DEPAN INDONESIA




Memiliki putra-putri yang sukses di sekolah dengan nilai yang memuaskan adalah idaman setiap orang tua. Karena itu tidak heran bila saat ini kehadir lebaga bimbingan belajar menjadi suatu kebutuhan yang banyak dicari.  
Adalah SUMMA Education Centre salah sat1u lembaga bimbingan belajar yang hadir dengan konsep yang berbeda. Dirintis Wayan Suantika, seorang pengusaha muda yang juga pendiri Yayasan Dana Abadi Bali, SUMMA Education Centre memberikan konsep bimbingan belajar yang lain dari bimbel pada umumnya.
Ketika banyak bimbel hadir dengan metode dan konsep pendidikan yang berkonsentrasi pada teknik memecahkan soal ujian, SUMMA Education Centre mencoba mengkombinasikan berbagai teknik bimbingan belajar konvensional (yang lebih menekankan pada bimbingan akademis) dengan metode aktivasi subconscius mind (pikiran bawah sadar).
Metode SUMMA. Di negara maju seperti Amerika dan negara-negara Barat pada umumnya, penggunaan dan pengembangan pikiran bawah sadar dalam proses pembelajaran sudah digunakan sejak era 80an dan terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya teknologi pikiran (mind technology) saat ini. Melihat hal tersebut, Wayan yang juga alumnus Indonesian Hypnosis Centre dan telah bersertifikasi sebagai  hypnotherapist dan trainer ini membuat metode SUMMA (Subconscious Mind Activation).
Metode SUMMA yang bertumpu pada aktivasi pikiran bawah sadar peserta didik pada proses pembelajaran. “Jadi disini, kita bukan hanya mendorong kepintaran anak tapi juga mendorong pikiran bawah sadar anak sehingga mereka lebih berkarakter,” ungkap pemuda 28 tahun ini.
Berbagai kegiatan yang dilakukan siswa SUMMA Education Centre antara lain kegiatan Visualisasi selama 15 menit dimana siswa menonton video tentang hal-hal yang mengandung nilai moral dan motivasi tinggi. Kegiatan Pembahasan selama 30 menit, disini siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan materi atau tugas yang belum dipahami di sekolah. Kegiatan Pendalaman selama 30 menit, dimana siswa diberikan materi tambahan yang sesui dengan kurikulum yang disusun oleh lembaga. Dan 15 menit kegiatan Afirmasi, disini siswa diberikan penanaman nilai-nilai positif dengan mengkondisikan siswa dalam keadaan tenang dan santai yang bisa membantu siswa untuk berprilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kombinasi kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreatifitas serta motivasi belajar, berkembangnya citra diri dan nilai positif, tertanamnya kebiasaan-kebiasaan positif, terbentuknya karakter yang kuat dan positif, serta terciptanya pola keyakinan dalam diri. “Jadi mereka dapat belajar tanpa tekanan, sehingga dapat berpengaruh pada hasil yang positif baik dari nilai maupun karakternya,” Ungkap pria lulusan S2 Hubungan International Universitas Airlangga, Surabaya ini.
Walaupun baru dirintis sejak 20 Mei 2017 lalu, namun tanggapan dan respon para orang tua tehadap SUMMA Education Centre sangat positif. Banyak orang tua yang memiliki anak usia 5-12 tahun mempercayakan Putra-Putri mereka pada SUMMA Education Centre. Diungkapkan Wayan, walau merupakan metode baru namun para orang tua sudah banyak yang merasakannya salah satunya semangat belajar putra-putri mereka yang meningkat sehingga memberikan nilai positif bagi sang anak.
Bagi para orang tua yang ingin putra-putrinya bergabung, SUMMA Education Centre memberikan harga sesuai jumlah pertemuan. Untuk 1x pertemuan Rp 50 ribu/orang (private), Rp 30 ribu per orang (semi) yang terdiri 2-3 orang serta Rp 20 ribu/orang (group) mulai dari 4-5 anak. Sedangkan untuk 8x pertemuan biayanya sebesar Rp 375 ribu/orang (private), RP 225 ribu/orang (semi) dan Rp 150 ribu/orang (Group).
Putra dari I Made Budiada dan Ni Ketut Budianing ini sadar bahwa perjalanan SUMMA Education Centre baru dimulai. Namun dengan sesuatu yang berbeda dan niat yang kuat dalam melatih anak agar menjadi pribadi yang kuat secara mental, moral dan kecerdasan intelektual, Wayan optimis SUMMA Education Centre bisa terus berkembang. Bahkan ia juga optimis dalam waktu dekat selain di perumahan Dalung Indah, SUMMA Education Centre akan bisa membuka beberapa cabang lainnya dan menjadi sebuah Sekolah yang terintegrasi.
Sumber : http://nextgradio.com/news/145/wayan-suantika-hadirkan-metode-summa-gabungan-antara-pendidikan-akademis-dan-pikiran-bawah-sadar.html

Sabtu, 08 April 2017

PEDAGANG RITEL KECIL DAN KIOS DI BALI KEMUNGKINAN KENA DAMPAK PEMBATASAN HET GULA DAN MINYAK GORENG



Kebijakan Menteri Perdagangan dalam melakukan intervensi terhadap HET Gula untuk semua jenis dan Minyak Goreng kemungkinan akan berdampak pada Pedagang Kecil, Kios dan Warung terutama yang memiliki stock cukup banyak karena mengantisipasi Hari Raya Nyepi, Galungan dan Kuningan kemarin. 
Pengurus DPD APRINDO Bali (Ki-Ka Agra Putra, Ichwan Eko dan Abdi) 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua APRINDO Bidang Perdagangan, Ichwan Eko didampingi oleh Sekretaris APRINDO Bali I Made Abdi Negara dalam keterangan persnya. Menurut Ichwan, pedagang kecil, kios dan warung yang kemarin melakukan stok atas ketiga komoditas ini kemungkinan besar harus melakukan jual rugi hingga batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah yakni tanggal 10 April 2017 kemarin. “Hal ini tidak boleh dianggap angin lalu begitu saja, harus ada upaya pemerintah baik pusat maupun daerah melakukan antisipasi pasca pemberlakuan kebijakan”ungkapnya. 

Diketahui bersama, menghadapi 3 hari raya yang datang hampir bersamaan ini, peritel biasanya melakukan stock yang cukup banyak, sehingga jika tidak terjual habis maka kemungkinan besar untuk dua komoditas ini peritel melakukan jual rugi untuk bisa mengikuti kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Dari data yang dimiliki oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali, di hari raya kemarin kunjungan konsumen meningkat rata-rata hingga 40% dari hari biasa dan 18% dari periode Hari Raya tahun lalu, namun secara umum peningkatan penjualan rata-rata hanya 30% dari hari biasa dan rata-rata 4% dari periode tahun lalu. “Ini membuktikan bahwa secara umum perlambatan ekonomi nasional secara nyata mempengaruhi daya beli konsumen”jelasnya. 

Abdi Negara menambahkan, di Bali pangsa pasar ritel modern tidak lebih dari 38% yang artinya Pemerintah dan semua stakeholder harus melihat 62% kepentingan yang lebih besar memperjuangkan pedagang kecil, kios dan warung jika ingin kebijakan ini dapat benar-benar diimplementasikan secara tegas dan berkeadilan, sehingga harapannya masyarakat benar-benar merasakan hingga ke tataran paling bawah kebijakan mengenai HET gula dan minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Jika tidak, menurut mantan eksekutif di salah satu ritel besar di Bali ini, yang terjadi adalah kerancuan implementasi aturan dan akan menambah daftar panjang instrument peraturan yang menghambat investasi dan bisnis di Indonesia. “Kami mohon pemerintah pusat dan daerah mengambil peran penting dalam situasi ini sebagai fasilitator sekaligus regulator, sehingga kepentingan masyarakat, pengusaha dan stakeholder bisa berjalan selaras”tegasnya. 

Sering terjadi kebijakan pemerintah yang tidak dijelaskan secara detil, atau tidak bisa diimplementasikan secara berkeadilan di tataran teknis, malah menyebabkan kebingungan baik dalam pelaksanaan maupun penegakan aturannya. 

Untuk diketahui masyarakat, mulai 10 April 2017 Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mencanangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula semua jenis sebesar Rp. 12.500/kg, Minyak Goreng kemasan sederhana Rp. 11.000/kg dan daging beku Rp. 80.000/kg. Pemerintah melalui KPPU akan melakukan mekanisme pengawasan yang tegas untuk memastikan kebijakan ini terlaksana (HUMAS DPD APRINDO BALI).



ASOSIASI PENGUSAHA RITEL BALI PERTANYAKAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGATURAN HARGA GULA & MINYAK GORENG




Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan tentang pengaturan harga eceran tertinggi (HET)  untuk komoditi Gula, Daging Beku dan Minyak Goreng  masih meninggalkan berbagai pertanyaan di kalangan peritel yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Pasalnya, hingga saat ini berbagai kendala masih dihadapi oleh peritel didalam mengimplementasikan kebijakan tersebut terutama di 2 (dua) komoditi utama yakni Gula dan Minyak Goreng. 

Menurut  Ketua APRINDO BALI Gusti Ketut Sumardayasa, pertanyaan yang dilontarkan anggota asosiasi yang sebagian besar adalah peritel lokal antaran lain berkaitan dengan harga beli di distributor yang masih belum bisa mengejar HET yang ditetapkan oleh berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. “Salah satu contoh adalah Gula Branded yang kami sinyalir harus dijual rugi oleh para peritel, karena distributor tidak mau ikut menanggung kerugian akibat selisih harga beli peritel di distributor dengan harga jual peritel di konsumen”jelasnya.
I Made Abdi Negara selaku sekretaris APRINDO BALI yang mendampingi juga menegaskan, APRINDO menyadari bahwa kebijakan pemerintah sudah tentu berdasarkan atas kajian yang mendalam, termasuk dalam hal bagaimana mendorong persaingan usaha yang sehat dan mencegah sistem kartel yang bisa merugikan konsumen. Namun, abdi juga menekankan pentingnya untuk mengakomodir semua pihak, termasuk memberikan ruang temu bagi stakeholder ritel yang saling berhubungan mulai produsen, distributor hingga peritel itu sendiri sehingga kebijakan bisa diimplementasikan sesuai tujuan pemerintah. “Ini yang harus dilakukan oleh Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah sebagai bagian dari fungsi pemerintah sebagai mediator sekaligus regulator, jika tidak ingin aturan atau kebijakan yang diambil malah menekan proses pertumbuhan dan kemudahan berbisnis sesuai visi Bapak Presiden Joko Widodo”tegasnya. 

Wakil Ketua APRINDO BALI, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra atau yang akrab disapa Gung Agra menjelaskan Peritel pada dasarnya siap mengikuti segala kebijakan dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, namun di tataran pelaksanaan harus jelas dan berkeadilan. “Akses dan kekuatan negosiasi peritel lokal tentu jauh berbeda dengan peritel nasional, disinilah pentingnya pemerintah memberikan ruang yang lebih kepada peritel lokal untuk dapat mengimplementasikan kebijakan yang dikeluarkan”jelasnya. 
Hal ini sering menjadi momok bagi peritel lokal, salah satu contoh adalah kebijakan mengenai HET Gula, harus membuat peritel seperti dirinya melakukan jual rugi untuk gula kategori branded, karena supplier cenderung tidak mau ikut menanggung kerugian atas stock gula yang ada di peritel. “Disinilah penting kebijakan yang berkeadilan, selain memang harus memiliki kepastian hukum. Kami mengusulkan, penting dikaji misalnya untuk kebijakan ini diikuti dengan kebijakan untuk memberikan peritel lokal semacam insentif atau kemudahan sehingga berimbang”ujarnya. 

Ketua DPP Roy N Mandey berdiskusi dengan pengurus DPD APRINDO BALI

Pemberian kebijakan insentif bagi peritel lokal ini menurutnya wajar, mengingat dalam kebijakan Menteri Perdagangan saja ada pengecualian misalnya untuk minyak goreng dengan kemasan premium tidak dimasukkan dalam kategori harga yang diatur.”Jadi sebenarnya kebijakan ini mengandung unsur pembedaan”ungkapnya. 

Menurut Agung, perhitungan di tataran peritel tidak bisa sederhana hanya menghitung selisih saja, karena di selisih tersebut ada biaya-biaya seperti pajak, distribusi barang, tenaga kerja, penyusutan, biaya kehilangan dan biaya-biaya lain yang termasuk di biaya operasional. “Ini harus sangat dipertimbangkan oleh pemerintah, sehingga pengusaha tidak semakin terpuruk di tengah perlambatan ekonomi yang menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat”sambungnya. 

Kebijakan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan sendiri harus sudah diimplementasikan mulai tanggal 10 April 2017, yang meliputi Harga Eceran Tertinggi (HET) gula tertinggi untuk semua jenis gula adalah Rp. 12.500/kg.,minyak goreng kemasan sederhana Rp. 11.000/kg, dan daging beku untuk jenis tertentu Rp. 80.000/kg.  (HUMAS DPD APRINDO BALI)