Pemulihan pasca bencana adalah salah satu proses penting untuk memastikan kehidupan sosial dan ekonomi bisa berjalan kembali seperti sediakala. Tidak terkecuali dalam proses pemulihan (recovery) di Lombok pasca dihantam oleh bencana Gempa Bumi yang meluluhlantakkan kawasan Lombok Utara.
Bali yang secara langsung merupakan pulau terdekat Lombok dan memiliki banyak keterkaitan secara historis, terus bergerak untuk memberi dukungan dalam proses recovery tersebut. Salah satu aksi nyata yang dilakukan melalui Gabungan Komunitas Peduli Lombok yang bekerjasama dengan Dewan Adat Nusa Tenggara Barat dalam gelaran Charity For Recovery Lombok yang akan digelar pada Minggu, 14 Oktober 2018 di Helipad Stage Keramas Aero Park, Jalan By Pass Ida Bagus Mantra KM 28.
Gabungan Komunitas Peduli Lombok ini sendiri terdiri atas Komunitas Peritel Bali, Pesemetonan THCM-UNMAR, Bali Business Network didukung oleh Keramas Aero Park (Inflight Restaurant)
Gabungan Komunitas Peduli Lombok ini sendiri terdiri atas Komunitas Peritel Bali, Pesemetonan THCM-UNMAR, Bali Business Network didukung oleh Keramas Aero Park (Inflight Restaurant)
Dari 3 fokus utama dalam proses pemulihan, yakni pemulihan mental, pemulihan infrastruktur dan permukiman serta pemulihan aktivitas ekonomi, program yang diusung dalam kerjasama ini adalah "Pemulihan Mental Melalui Aktivitas Seni & Budaya".
Digandengnya Dewan Adat Nusa Tenggara Barat melalui Ketua Dewan Adat, Lalu Satria Wangsa ini, adalah untuk menegaskan bahwa pentingnya Pemulihan Mental dengan menggunakan media seni dan budaya sebagai jembatan yang diselenggarakan secara berkesinambungan.
Menurut Lalu Satria Wangsa yang ditemui seusai menghadiri Royal Wedding di Puri Ubud, kondisi saat ini di Lombok masih membutuhkan perhatian semua pihak. "Setidaknya dibutuhkan waktu minimal 3 - 5 tahun untuk menormalisasi keadaan"ungkapnya.
Di sisi lain, pemulihan mental (trauma healing) masih belum menjadi fokus utama dalam program-program yang dilaksanakan saat ini. "Padahal ini mestinya dilakukan secara paralel dengan pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi"imbuhnya.
Satria Wangsa menyambut baik gagasan dari Gabungan Komunitas Peduli Lombok dan setuju bahwa adat budaya harus digunakan untuk melakukan pendekatan dalam pemulihan mental yang bercirikan nusantara "terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat adat Lombok"imbuhnya.
Dalam acara Charity For Recovery Lombok tanggal 14 Oktober 2018 nanti, Lalu Satria Wangsa akan menyampaikan secara langsung kondisi riil dan apa yang bisa dilakukan untuk membantu proses pemulihan dan normalisasi Lombok secara lebih cepat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar