Membuka tahun 2011 silam, pergeseran kiblat bisnis properti terjadi dari kota besar,
Jakarta yang awal mulanya menjadi pemimpin utama investasi properti di
Indonesia, menuju kota – kota
wisata diseluruh Indonesia.
Salah satunya adalah
Bali, terkenal sebagai pusat wisata yang menjadi gerbang bagi jutaan wisatawan
asing baik yang hanya berwisata, bisnis
maupun tinggal dalam waktu lama, Bali telah menjadi primadona baru untuk investasi
properti dalam berbagai bentuk dan format.
Ada beberapa faktor
memang. Selain karena kondisi pariwisata yang baik dan keamanan yang kondusif
sehinggga investor merasa nyaman dan enjoy berinvestasi, faktor lokasi dan
ketersediaan lahan juga menjadi salah satu indikator penting, perkembangan
bisnis properti yang demikian luar biasa.
Tidak terlepas dari kondisi perlambatan ekonomi yang menerpa Indonesia
dan kawasan regional hingga Asia dan Eropa, Bali masih tetap bisa menunjukkan
eksistensinya dalam bidang investasi properti. Setidaknya, jika dipahami secara
histori bahwa fluktuasi nilai properti di Bali demikian cepat, maka tidak ada
salahnya bahwa disaat perekonomian melambatpun, perlu dipandang menjadi momen
tepat untuk berinvestasi.
Jaminan
keberlangsungan investasi properti di Bali ditentukan oleh berbagai faktor.
Kondisi geografis, ekonomi, budaya dan karakter masyarakatnya telah ikut serta
memberikan input positif. Bali yang telah dikenal di mancanegara sebagai destinasi
dunia terkemuka dengan berbagai penghargaan terbaru seperti ;
1. Penghargaan dari Conde Nast Traveler Russia tahun 2013, pembaca
majalah referensi utama turis asal Rusia tersebut memilih Pulau Bali sebagai
Pulau Terindah di Dunia;
2.
Pulau Bali juga berhasil meraih
penghargaan The Best Island (Pulau Terbaik) se-Asia Pasifik dari sebuah majalah
pariwisata, DestinAsia yang berbasis di Hong Kong 2013;
3.
Sejak tahun 2009 kembali Bali
dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik (Island Destination Of The Year)
dalam ajang China Travel & Meeting Industry Awards 2013;
4.
Sebelumnya Bali juga meraih
penghargaan terbaik dalam bidang pariwisata “The Best Exotic Destination” dari
majalah “Luxury Travel Magazine” London, Inggris. 2008 setelah tahun 2007
meraih penghargaan yang sama;
5.
Berbagai penghargaan sebagai destinasi
terbaik lain, banyak diterima Pulau Bali.
Dari sebuah destinasi
terbaik, lokasi untuk tempat melakukan investasi properti yang bisa memberikan return on investment (ROI) yang tinggi,
memerlukan strategi yang tepat. Hal tersebut akan menjadi indikator penting,
apakah investasi yang ditanamkan tersebut akan mendapatkan keuntungan minimal
atau keuntungan tinggi (maksimal).
Salah satu indikator
yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi properti di Bali adalah sebagai
berikut :
1. Lokasi terbaik;
Lokasi terbaik saat ini di Bali adalah
kawasan Nusa Dua, Ubud, Kuta, Sanur dan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra.
Kawasan Nusa Dua, tentu sudah tidak asing
lagi bagi para investor. Kawasan ini adalah kawasan terbaik yang dimiliki Bali.
Jika sebelumnya permasalah traffic jam menjadi salah satu sorotan, maka setelah
dibangunnya Jalan Tol Diatas Perairan untuk pertama kalinya di Indonesia, waktu
tempuh antara Nusa Dua, Airport dan kawasan wisata lain seperti Sanur dan Jalan
By Pass Ida Bagus Mantra menjadi jauh lebih singkat;
Kawasan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra adalah
primadona baru kawasan properti di Bali kenapa? Ada beberapa keunggulan dari
kawasan ini. Selain memiliki pantai yang indah dan ombak terbaik didunia yang
memungkinkan dilakukan surfing malam (Pantai Keramas di kawasan Keramas
Komune). Selain itu pantai ini juga telah dinobatkan memiliki the best wave (Ombak terbaik) di dunia.
Selain memiliki destinasi terbaik di
sepanjang Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Jalan ini juga menjadi jalur utama
menuju Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung yang terkenal dengan Kertagosa
dan Nusa Penida dan Kabupaten Karangasem seperti Tulamben, Dermaga Cruise Tanah
Ampo yang telah disinggahi oleh Kapal
-Kapal Pesiar besar.
2. Dekat dengan Airport
Dengan adanya Jalan Tol Diatas Perairan yang
baru dibangun, Kawasan Nusa Dua, dan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra memiliki
waktu tempuh yang sangat pendek ke airport. Dari Kawasan Nusa Dua, langsung
naik Tol, dengan jarak tidak lebih dari 5 menit sudah sampai ke Airport. Dari
Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, melalui By Pass Ngurah Rai, masuk Tol Bali
Mandara, langsung menuju Airport hanya dengan waktu 15 menit.
3. Dekat dengan Jalan Tol Diatas Perairan (JDP)
Bali Mandara
Jalan Tol Diatas Perairan (JDP) Bali Mandara
menjadi infrastruktur sentral yang sangat penting. Tidak hanya mampu mengatasi
traffic jam yang terjadi di sekitar kawasan segitiga emas (Airport, Nusa Dua
dan Kuta) namun juga telah hadir sebagai Jalan Tol terindah di Indonesia.
4. Memiliki view terbaik
Selain budaya, Bali dikenal memiliki
keindahan alam yang tiada duanya. Mulai keindahan pantai, hingga keasrian alam
pegunungan yang terpadu dalam kultur yang telah melekat dengan nilai-nilai
keagamaan, membuat Bali menjadi destinasi pariwisata yang benar-benar lengkap.
Wilayah Selatan Pulau Bali, adalah daerah
yang memiliki topografi terbaik. Pantainya sangat landai dengan pasir putih
terhampar yang mengelilingi. Bukitnya, terletak di puncak-puncak tertinggi
Pulau Bali, sehingga tower-tower utama miliki perusahaan provider komunikasi
dan Televisi ditempatkan disana. Hal ini berarti, view yang dimiliki adalah
view abadi area pandangan mencapai 180 derajat. Amazing...,,,
5. Konsep Property
Property yang ingin di bidik untuk tempat
investasi harus memiliki konsep pembangunan dan pengembangan yang jelas dari
berbagai persfektif; seperti nilai investasi (RoI), building, environment dan added value.
6. Memiliki jaminan pembelian kembali (buy back quarantee) .
Komitmen, keseriusan dan jaminan pengembangn
bahwa lokasi tersebut adalah lokasi terbaik, harus dibuktikan dengan adanya
jaminan pembelian kembali (buy back
quarantee). Artinya, pengembang siap akan membeli kembali property tersebut
saat di back offering oleh Investor.
Investasi Property
saat ini adalah investasi yang paling menguntungkan dan prospektif. Banyak
idiom mengatakan, bahwa seorang kaya, belum disebut kaya jika belum memiliki
bisnis property, membuktikan bahwa bisnis property demikian menjanjikan.
Semoga Sukses!
Penulis : IM.Abdi Negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar